Hati beku pada satu jiwa, telah mencair akhirnya. Dia tertawa malam ini. Kapan kau menyusul, Jeje? Jawablah dalam tidur. Semoga nyenyak.
#Kau tertawakah? Apapun, semoga tawa tadi pertanda baik bagi hati.
Waktu bukan berpatok pada angka duapuluh empat. Lalu,apa yang kau tunggu? Teruslah menyulam huruf-huruf itu. Mengawinkannya pada raga juga roh yang kau punya. Skenario ini kau yang buat,kawan. Mulailah....
16.7.11
Timur dan Barat (?)
Hanya ketika akan segera beranjak baru bergerak. Jadi, apa arti timur dan barat saat ini? Saat aku masih terus melamun dan belum beranjak? Masihkah kau diam dan hanya mengintai? Lalu, apa guna? Jika aku hendak menjadi udara, apa bisa kau temui dan mengendus kehadiranku? Aku telah bergabung dengan lain bentuk, Tuan.
Surat untuk Barat
Terlalu pagi untuk pergi. Namun, janji pada lamunan malam tetap perlahan harusku sulam. Akan suatu hari, dimana aku pergi tanpa pamit dan salam perpisahan.
#Maaf
#Maaf
Untuk Kawan Pers Suara Mahasiswa
Sesuatu yang membuatku diam. Tidak punya jawaban atas mengapa. Alasan pun takku temukan. Bertumpu pada pendeknya jemari kaki. Melompat. Berputar. Untuk sesaat berhenti. Berganti mengayunkan tangan dengan melodi yang membisu. Pinggul terikut arus dan ya, aku menari. Dibawah terik mentari, sedikit tertatih. Tapi, aku senang. Lalu, mari beroyang.
Memori Waktu
Waktu menjelma jembatan bagi potongan gambar yang bernyawa, hingga menjadikannya memori yang tak terlupa.
#Berharap hitam dan putih kebersamaan tidak dengan mudah luntur hanya karena keegoisan sesaat. Hadapilah dan bukan bersembunyi, kawan.
#Berharap hitam dan putih kebersamaan tidak dengan mudah luntur hanya karena keegoisan sesaat. Hadapilah dan bukan bersembunyi, kawan.
14.7.11
Rrumahrahasia
Aku ingin menetap di Jogja. Belajar bahasa Jawa. Dengan suami, seorang peranakan sunda. -Malioboro, 9 Juli 2011
Langganan:
Postingan (Atom)